Sekilas Info

Tajir dan Wardah Kolaborasi Rancang ‘Kita Tajir Bareng’ Bagi UMKM

"Kita menargetkan banyak UKM/UMKM untuk bergabung, namun bertahap. Untuk perdana kita targetkan antara 200-300 UKM/UMKM dapat ikut dalam program Kita Tajir Bareng 2020" ujar Tito Maulana, Co-Founder Tajir & Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta.

Jakarta, RuangJurnalis.com – Tajir berkolaborasi dengan Wardah merancang program Kita Tajir Bareng bagi para pelaku UKM/UMKM muslim Indonesia untuk berkontribusi membangkitkan ekonomi nasional berbasis lokal melalui sistem ekonomi syariah. Hal ini didasari harapan untuk melakukan upaya merengkuh pertumbuhan ekonomi dengan memberdayakan kanal daring,

"Kita Tajir Bareng sebetulnya direncanakan akan dilangsungkan mulai Maret 2020, tapi qadarullah ada banjir di lokasi yang sudah kita booking, kemudian ada covid-19. Karena ada himbauan physical distancing, maka program kita rancang ulang disesuaikan dengan kondisi sekarang," ujarnya dalam release yang diterima redaksi RuangJurnalis.com, Minggu (28/6).

"Kita menargetkan banyak UKM/UMKM untuk bergabung, namun bertahap. Untuk perdana kita targetkan antara 200-300 UKM/UMKM dapat ikut dalam program Kita Tajir Bareng 2020" ujar Tito Maulana, Co-Founder Tajir & Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta.

Seperti diketahui bersama, pandemi yang disebabkan wabah Covid-19, memukul mundur sektor ekonomi secara global. Lini bisnis dengan kapital besar, ikut terdampak pandemi, terutama yang melibatkan aktivitas tatap muka dan melancong. Proyeksi yang dipaparkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Mei 2020 lalu, sebagaimana dikutip dari katadata.com (15/5), menyatakan bahwa sektor pariwisata dalam negeri merugi hingga US$ 2 milyar.

UMKM juga ikut terdampak cukup signifikan ada. Dari data yang ada pelaku UMKM unit makanan & minuman yang terdampak mencapai 27% dan unit usaha kerajinan kayu dan rotan sebesar 17,03%.

Program yang digagas membuka pendafaran bagi para pelaku UKM/UMKM muslim sebanyak-banyaknya untuk kemudian dikurasi dan diikutsertakan dalam program pelatihan dan pembinaan yang nantinya akan bermuara pada akses permodalan. Pelatihan dan pembinaan meliputi konsep, model, hingga optimalisasi bisnis dalam memperbesar peluang pemasaran melalui ekosistem terintegrasi di bawah payung Tajir. Program pelatihan akan dilakukan secara online bekerjasama dengan Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI). Rangkaian pelatihan dan pembinaan, insyaAllah akan bermuara pada akses permodalan usaha.

Pendiri Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), Yoso Lukito mengatakan “Tujuan bisnis selain ada 4, startup, growth up, duplicate, product potential, baru investor datang ke kita”.

Pendaftaran secara resmi dibuka pada 27 Juni 2020 usai peluncuran acara melalui situs resmi Tajir di https://tajir.co.id/bekal/register.

Kita Tajir Bareng sendiri merupakan langkah kedua dari rangkaian gerakan muamalah ekonomi syariah Tajir, di mana sebelumnya telah dibuka melalui kegiatan Takjub Akbar pada 19 Januari 2020. Melalui rangkaian program yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah ini, Tajir berharap dapat ikut berkontribusi kepada Tanah Air dalam menanamkan optimisme di tengah pandemi. InsyaAllah.

Penulis:

Baca Juga