Sekilas Info

Ragam Pesan di Hari Gizi Nasional ke 60 di Setu Babakan

Camat Jagakarsa bersama dengan pimpinan Kepolisiando wilayah Jagakarsa Jakarta Selatan melakukan peregangan bersama.

Jakarta, RJ.com - Indonesia Emas 2045 adalah sebuah impian tentang Indonesia yang unggul dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tentunya untuk mewujudkan impian Indonesia Emas tahun 2045 tersebut kualitas sumber daya manusia menjadi syarat mutlak. Karena itu menjadi PR besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk mempersiapkan generasi muda berkualitas, yang akan menjadi calon pemimpin Indonesia di masa depan.

Camat Jagakarsa Jakarta Selatan mengatakan, yang perlu diwaspadai adalah kandungan gizi yang ada di makanan. Jangan sampai yang disebabkan itu ternyata belum diteliti oleh Badan POM

"Bagi penyedia-penyedia makanan online yang ada di wilayah Jakarta Selatan, saya meminta untuk diteliti juga tentang isinya. Tentang kandungan zat makanan yang terkandung. Bukan kita negatif pada makanan cepat saji, tapi ada yang menyebabkan kita malah jadi tidak sehat," ungkapnya saat perayaan Hari Gizi Nasional beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kasubdis Kesehatan Dr. Helmy, menyampaikan kesehatan di Jakarta Selatan tentunya harapannya adalah semakin hari semakin baik dan untuk masalah gizi tentunya, gizi yang sudah baik tidak boleh dirusak dengan perilaku-perilaku yang kurang baik di antaranya adalah masalah narkoba.

"Karena gizi yang sudah dibangun makanan sehat yang sudah disiapkan oleh orang tua, makanan sehat yang sudah kita makan sehari-hari ternyata dirusak oleh perilaku yang kurang baik. Harapannya dengan gizi yang baik, dengan adanya gizi yang seimbang tentu milenial dapat lebih berprestasi," harapnya.

Perwakilan Lentera Anak Citra Dewi Karlina, menyampaikan Lentera Anak dan Yayasan GAGAS bekerjasama dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan AstraZeneca sudah hampir dua tahun ini memfasilitasi Program Kesehatan Remaja (Young Health Programme) untuk mengatasi faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di kalangan remaja yang berfokus pada penggunaan tembakau dan kampanye anti rokok, konsumsi alkohol yang berbahaya, diet tidak sehat, dan kurangnya aktifitas fisik atau olahraga yang dapat menyebabkan PTM di kemudian hari.

“Lentera Anak memfasilitasi puskesmas dengan komunitas, baik itu sekolah, karang taruna maupun komunitas remaja lainnya untuk memberikan pelatihan dan pendampingan tentang pentingnya upaya mengatasi factor risiko PTM. Kedepan kami akan lebih aktif bekerjasama melakukan kampanye dan edukasi tentang pentingnya pola hidup sehat di kalangan remaja,” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga