Sekilas Info

Perdana, Hotel Jusseny Senayan Buka Layanan di Tengah PSBB Transisi

Manajemen Sleepz saat pembukaan Hotel Jusseny Senayan.

Jakarta, RuangJurnalis.com – Pasca diberlakukannya masa Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di DKI Jakarta, menjadi tanda mulai menggeliatnya bisnis di Ibu Kota, tanpa terkecuali bisnis perhotelan. Menandai hal tersebut dibuktikan dengan diresmikannya atau dibuka kembali layanan Hotel Hotel Jusseny, Senayan Jakarta.

Kepada Awak Media Bisnis Development Director Sleepz Ellen Riupassa mengatakan, pihaknya mengudang para klien, rekan kerja, untuk menandakan bahwa hotel Jusseny Senayan yang kini berada di bawah manajemen Sleepz telah dibuka untuk umum.

“Jadi pelaku bisnis usaha perhotelan dan klien kami yang membutuhkan layanan perhotelan baik itu kegiatan pemerintahan, mice atau weeding kita sudah siap menerima,karena selama ini tutup karena adanya Covid-19 dan PSBB,” ujarnya di sela-sela peresmian, beberapa waktu lalu.

Sebagai tanda peresmian ini juga, Jusseny memberikan penawaran khhusus dengan memberikan voucher Rp. 100 ribu kepada siapapun yang akan menginap.

“Kami tidak memberikan discound, tetapi kami memberikan voucher. Jadi bagi mereka yang menginap di sini seharga Rp. 500 ribu, dengan voucher kami, cukup membayar Rp. 400 ribu,” terangnya kepada Ruang Jurnalis.

Dalam kesempatan yang sama Robert Manurung - Chief Operating Officer Sleepz, menjelaskan berbicara perluasan bisnis, memang ada perluasan atau penambahan unit secara verbal. Ada satu di Bandung, satu di Kerawang, Satu di Jogja dan dua lagi di Puncak.

“Kami juga membatasi (pengelolaan) karena ingin professional. Hotel yang ada untuk dibenahi terlebih dahulu. Mungkin anggaran ke depan kita baru akan mengembangkan  hotel-hotel di luar pulau Jawa seperti di Bali. Memang penawaran ada beberapa hotel yang meminta kita untuk memegang/manajemen. Namun, kami berusaha professional mendahulukan produk yang sudah ada,” jelasnya.

“Di Hotel (Jussery Senayan) ini akan ada restoran, layanan spa, dan sebagainya. Untuk restoran kemungkinan akan kami angkat menu otentik Nusantara,” tambahnya.

Redaksi Ruang Jurnalis juga mencatat, menanggapi penjelasan tersebut, Ellen mengungkapkan, pihaknya akan focus ke properti yang telah dipercayakan. Karena kemungkinan Sleepz berbeda dengan manajemen hotel yang lain yang banyak mengambil property.

“Artinya kami ingin rekanan kami dengan klien kami sama-sama senang. Sistem kami di manajemen kami tidak akan ambil semua penawaran. Kami manaje terlebih dahulu. Kita makesure dan perkuat secara finansial, bangunan dan pelayanan, baru kita akan buka selanjutnya. Kami ingin berkembang banyak, tetapi kami ingin berkembang dan terus berkembang. Bukan berkembang kemudian rontok. Makanya kami memilih property tertentu selanjutnya kami maintenance hingga menghasilkan,” paparnya.

Kalau melihat apa yang ada sekarang, menyambung Finance Director Sleepz Regina Ferbriani, target Sleepz tahun 2020 ini sekitar lima hingga enam hotel.  Dimana dengan menjajaki beberapa hotel. “Dan saat ini yang kami inginkan adalah hotel excistence, yang memang sudah siap untuk kita operated dalam arti kata tidak terlalu banyak investasi. Kami betul betul saat ini mulai memilih,” terangnya.

Keyakinan surplus didasari dengan pengalaman para pengelola yang tergabung. Dimana masing-masing pengelola telah memiliki pengalaman hingga puluhan tahun.

“Jika dijumlah dengan pengalaman kami masing-masing, dapat dikatakan kami memiliki pengalaman 200 tahun. Dari masing-masing pengelola diketahui memiliki pengalaman minimal 40 tahun di dunia perhotelan,” imbuhnya.

Kami mengundang para pemilik hotel yang sudah lelah dengan operator, untuk menghubungi kami.  Seperti apa konsepnya, silahkan hubungi kami. Kami akan memilih hotel yang bisa bekerjasama. Kami bukan operator, kami menyewa. Belum ada sejarahnya, bagaiamana caranya silahkan hubungi kami. Kami memanajemen dengan mengikuti perkembangan zaman. Kami berevolusi karena bisnis perhotelan ada bisnis pelayanan, sehingga cara bisnis kami tentu akan berevolusi dari operator menjadi menyewa. Kami akan melepaskan beban para pengelola hotel atau owner, akan bebas semua. Karena kami yang akan bertanggung jawab semuanya,” pungkas Ellen.

Penulis: Redaksi

Baca Juga