Sekilas Info

New Normal di Tengah Profesionalisme Kerja

Bunda Rossa bersama dengan para peserta pelatihan dari PT IMS dalam rangka peningkatan SDM di lingkungan PT IMS. (Istimewa)

Serpong, RuangJurnalis.com - New Normal menjadi sebuah gaya hidup yang saat ini dalam penerapan dan penyesuaian terkait dengan kebijakan yang diambil pemerintah. Tentu menjadi harapan bersama, New Normal dapat menjadi salah satu cara dalam menghilangkan kecemasan akan dampak pandemi COVID-19 yang tentunya kehidupan harus dijalankan dan diusahakan.

Dalam pelatihan Public Speaking dengan materi Konsep diri dan profesionalisme kerja, dibahas bagaimana Tips Paham Psikologi Komunikasi Lawan Bicara, Leadership Existing Your Branding In New Normal dan Communication Branding For Leadership In New Normal, dengan Narasumber Motivator dan Dosen dari salah satu perguruan Tinggi ternama di Jakarta Sabena.S.Ikom.M.Ikom.

Dia mengatakan, di tengah Masyarakat yang  masih cemas untuk melakukan kegiatan secara normal di saat pandemi COVID-19 belum hilang, maka sebagai masyarakat yang pertama harus mulai bisa menyesuaikan diri tetap berkarya sesuai pada bidang masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Hal ini dilakukan selain menjaga kesehatan diri tentunya dalam rangka mendukung program pemerintah melalui  Kementerian Kesehatan RI yang telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi,” ungkap Sabena, kepada para peserta, Minggu (28/6).

Menjadi menarik, bagaimana pelatihan tersebut dilakukan dengan komunikasi yang bersahabat di selingi dengan joke atau canda segar hingga membuat suasana pelatihan hidup dan seluruh peserta pelatihan tertawa lepas. Physical distancing perubahan atau transformasi baru inilah yang kemudian disebut new normal dalam pelatihan ini.

Dalam kesempatan yang sama Nara Sumber Pelatihan Dr. Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan, S. Sos., M. T., CPR., CICS menjelaskan pelatihan Konsep Diri dan Prefesionalisme Kerja menjadi amat penting di Era Industri 4.0. Dimana hal ini bisa membantu PT.IMS dalam meningkatkan kompetensi SDM dan memperkokoh pembangunan etika dan budaya perusahaan yang profesional, melalui pelatihan komunikasi.

“Dengan cara mengubah konsep diri serta profesionalisme kerja, diharapkan dapat terus bersaing di era Industry 4.0 dan Society 5.0. Misalnya dengan memberikan pemahaman tentang 10 skill yang harus dimiliki, seperti mampu menyelesaikan persoalan yang rumit, mampu berpikir secara kritis, memiliki daya kreativitas yang tinggi, sanggup memimpin orang lain, dapat bekerja sama dengan orang lain, memiliki kecerdasan emosi, mampu membuat keputusan yang benar dan tepat, mau membantu orang lain, handal bernegosiasi dan mempengaruhi orang lain, dan dapat bersikap fleksibel dan adaptif,” jelasnya.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Rossa ini menambahkan, selain itu juga tentang cara mengatasi 3 yakni, dimensi kritis (space, time, loyalty) para peserta akan mampu berkomunikasi melampaui ruang dan waktu, dan juga punya “kesadaran global” sebagai bekal dalam menangani isu-isu global, dan bekerja sama dengan pihak lain yang memiliki budaya, agama dan gaya hidup yang beragam.

“Tentang lobi dan negosiasi, secara khusus diberikan tips paham psikologi komunikasi lawan bicara (komunikan), agar lobi dan negosiasi yang dilakukan dapat efektif,” tegasnya.

Sementara itu, menjadi fokus perhatian PT. IMS di bawah kepemimpinan sosok seorang perempuan berprestasi Sisilia Gunawan dan Bapak Candra Tei yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa. Bagaimana pihaknya mempunyai  tujuan menghadapi New Normal dalam melakukan operasional kepada perusahaan dan agar seluruh staf dapat menyesuaikan pola kerja baru di saat seperti ini.

Lebih jauh mereka berharap, dengan adanya pelatihan Public Speaking, PT IMS dan seluruhnya bukan hanya sekedar bekerja. Namun, seluruh karyawan dapat memahami tentang sisi keselamatan kerja di tengah situasi seperti sekarang. Selain itu, karyawan juga mampu menyampaikan sinergy dengan stake holder dengan bahasa dan komunikasi yang baik dan profesional, guna meningkatkan kinerja yang lebih.

“Karyawan juga dapat membuat strategi baru, khususnya dalam menghadapi New Normal atau kenormalan baru. Karena itu, dalam menghadapi kenormalan baru ini, perusahaan perlu  membangun working environment yang sehat dan insentif untuk mendorong karyawan bekerja lebih efisien dan produktif, bahwa perusahaan harus mendorong agar karyawan memberikan solusi terbaik bagi pengembangan perusahaan,” terang mereka kompak.

“Kami merasa bahwa jika karyawan memandang perusahaan peduli terhadap lingkungan kerja yang sehat dan kontribusi mereka, mereka akan berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik bagi pelanggan kami,” sambut team IMS.

Penulis:

Baca Juga