Sekilas Info

Melihat Bisnis Otomotif di Tengah Pandemi

Ilustrasi Penjualan Mobil secara On Line (Istimewa)

Jakarta, RuangJurnalis.com – Ada hal menarik melirik perkembangan berbagai segment bisnis di tengah kondisi pandemic Covid-19. Dari mulai laporan perekonomian yang turun, naiknya tarif listrik yang dirasa masyarakat sangat memberatkan, hingga berbondong-bondongnya masyarakat saat dibukanya mall di beberapa wilayah di tanah air, khususnya wilayah Jabodetabek.

Bagi para pencinta otomotif, mungkin ada hal baru dalam menikmati pencarian perkembangan bisnis yang terus berubah ini. Jika sebelum masa pandemic berbagai event pameran otomotif digelar untuk menarik para peminat produk-produk yang menjadi salah satu lambang kemapanan, berbeda saat masa Covid-19.

Dikutip dari perbincangan merdeka.com dengan pihak Astra International Daihatsu, berdasarkan riset internal Astra Daihatsu, ada perubahan sumber informasi dan metode pembelian mobil saat ini. Hal itu diungkapkan Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO).

"Sebelumnya 45 persen responden berniat membeli mobil melalui pameran otomotif. Namun, selama pandemi, mereka ragu, sehingga jumlahnya turun menjadi 23 persen saja. Kemudian lama orang melihat internet naik. Semula 31 persen responden melihat selama 60 menit, tapi ada pandemi, naik jadi 39 persen, karena lebih banyak tinggal di rumah," ujarnya.

Selain pola kerja berubah, beberapa hal terkait bisnis dan sistem jual beli juga mengalami perubahan, tak terkecuali pembelian mobil.

"Pola penjualan kami juga berubah. Kami didik tenaga penjualan kami mengikuti perubahan perilaku konsumen tersebut," kata Hendrayadi.

Perubahan perilaku konsumen otomotif juga terjadi pada peningkatan aktivitas saluran digital. Selama pandemi, volume unduhan aplikasi mobile Astra Daihatsu meningkat dua kali lipat dari masa normal.

Dirinya juga mengungkapkan, pengunjung website Astra Daihatsu juga mengalami peningkatan. Bahkan kenaikannnya lebih tinggi, yakni tiga kali lipat dari sebelumnya.

"Survei kami juga menunjukkan pembeli mobil secara tunai ternyata naik menjadi 32 persen dari 20 persen, sehingga pembelian secara kredit menurun jadi 68 persen," tutur Hendrayadi.

Kenaikan pembelian mobil secara tunai juga dipengaruhi oleh kebijakan uang muka (DP) dari perusahaan pembiayaan yang meningkat hingga 40 persen.

"Karena saat ini perusahaan pembiayaan lebih berhati-hati menyalurkan kredit sehingga selama masa pandemi, DP kredit mobil naik jadi 30-40 persen dari semula 15-20 persen," ujarnya.

Penulis: