Sekilas Info

Kapolri Cabut Maklumat Pelarangan Berkumpul, Aktivitas Berkumpul Tetap Protokol Kesehatan

Kapolri Jenderal Idham Azis.

Jakarta, RuangJurnalis.com - Masa transisi lambat laun diikuti dengan berbagai pencabutan aturan terkait pembatasan sosial masyarakat yang kali ini diikuti dengan pencabutan maklumat kegiatan pengumpulan massa oleh Kapolri Jenderal Idham Azis. Pencabutan maklumat tidak serta merta membebaskan aturan kesehatan. Masyarakat yang melakukan pengumpulan kegiatan harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

Pencabutan maklumat Kapolri kali ini tertuang dalam surat telegram nomor STR/364/VI/OPS.2./2020 tertanggal 25 Juni 2020. Telegram itu berisi tentang perintah kepada jajaran kepolisian soal pencabutan maklumat Kapolri dan upaya mendukung kebijakan new normal.

Ada lima poin dalam telegram tersebut, yang perlu diketahui masyarakat. Pertama, pengawasan dan pendisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Kedua, instruksi meningkatkan kerja sama lintas sektoral untuk mencegah persebaran Covid-19. Poin ketiga berupa edukasi dan sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat.

Keempat, koordinasi intensif harus dilakukan dengan Gugus Tugas Covid-19 di tiap daerah. Poin terakhir, untuk daerah yang masih menerapkan PSBB atau dalam zona merah dan oranye, tetap dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan bahwa pencabutan maklumat itu ditujukan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pemberlakuan new normal.

Dengan pencabutan maklumat tersebut, dapat diartikan bahwa kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya orang banyak bisa digelar. Namun, kegiatan itu akan tetap diawasi agar melaksanakan protokol kesehatan. ’’Ya, tetap jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan,’’ urainya, dikutip dari laman Jawapos.

Sebelumnya, maklumat Kapolri dengan nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 21 Maret melarang semua aktivitas masyarakat. Baim kegiatan masyarakat yang bersifat sosial hingga kegiatan yang bersifat kebudayaan. Pembatasan tersebut direalisasikan dengan melakukan pembubaran kerumunan yang dilakukan di berbagai tempat. Bahkan, Polri sampai melakukan pembubaran lebih dari 1 juta kali di seluruh Indonesia.

Penulis:

Baca Juga